Fungisidasistemik untuk mengendalikan penyakit blas pada tanaman padi, penyakit antraknosa pada tanaman cabai, dan penyakit bercak coklat pada tanaman tomat. Lihat Detail Produk. Insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama ulat grayak pada bawang merah.
Bactocyn150 AL adalah Pestisida dari jenis Bakterisida dan Fungisida yang mempunyai bahan aktif Oksitetrasiklin 150 gram/liter. Bactocyn 150 AL mempunyai keunggulan lebih simple karena bisa digunakan untuk mengendalikan bakteri dan jamur dalam satu kali aplikasi pengendalian. Cara penggunaan: Cabai ,1-2ml/l air.
KONTAK #produk / fungicide Brosur 1. Kembali Zole 250 EC ( Difenokonazol 250 g/l ) Fungisida sistemik yang bersifat preventif dan kuratif berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi, bawang merah, cabai dan jagung. Manfaat Produk : Tanaman bebas dari serangan: penyakit busuk batang dan hawar
BudidayaMelon di Indonesia Efek Buruk Fungisida Golongan Strobilurin. 30 o C, sedangkan pada periode pertumbuhan kisaran suhu yang ideal 25 o C-30 o C Rukmana, 1994 c. Tanah. Jenis tanah yang paling ideal untuk melon adalah tanah geluh berpasir yang lapisan olahnya dalam, tidak mudah becek menggenang, subur, gembur, banyak mengandung bahan
25 Fungisida Sistemik dan Kontak Anti Jamur Obat Pertanian 200ml mililiter. Serupa. Laporkan masalah. Rp45.000 ~ Rp290.000. DHITANE 200 gram Rp45.000. Lazada SAGAYA_STO. Riwayat Harga. Bagikan ke Line.
FungisidaBion M 1/48 WP merupakan pestisida jenis fungisida yang bersifat sistemik dan kontak dengan kegunaan lainnya dari kandungannya. Bion M 1/48 WP diproduksi oleh PT. Syngenta Indonesia, salah satu perusahaan yang bergerak dalam farmasi atau pembuatan obat tanaman berkualitas dan terpercaya. F
. Fungisida Anti Patek Penyakit Antraknosa atau petani Indonesia biasa menyebutnya dengan penyakit Patek, Penyakit patek adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang tanaman cabai. Maka di butuhkan Fungisida Anti Patek yang cocok untuk tanaman cabe. Obat anti patek yang paling ampuh menurut kami adalah dengan cara melakukan pencegahan sedini mungkin, karena jika tanaman cabai sudah terserang apalagi dalam stadium parah maka fungisida anti patek sehebat apapupun akan sulit untuk mengendalikan penyakit ini dengan optimal. Jamur penyebab penyakit Antraknosa atau patek pada tanaman cabai sangat mudah berkembang pada cuaca yang lembab, Maka dari pada itu pencegahan penyakit patek lebih di utamakan dari pada harus mengobatinya dengan fungisida anti patek. Menjaga kebersihan lahan dari rumput liar murapakan salah satu pencegahan terbaik dari penyakit antraknosa, selain itu melakukan pemupukan yang berimbang juga menjadi kunci terhindarnya tanaman cabai dari penyakit patek. Untuk lebih optimal, tindakan pencegahan penyakit antraknose/patek pada tanaman cabai adalah dengan melakukan penyemprotan fungisida anti patek secara rutin 3 hari sekali, dari mulai tanaman cabe masih kecil hingga cabai panen. Berikut ini langkah-langkah menggunakan fungisida anti patek untuk mencegah tanaman cabai terkena antraknosa. 1. Gunakan Fungisida Anti Patek Bersifat Sistemik Pada Minggu Pertama. Karena dalam periode awal kondisi tanaman cabai masih sangat lemah dan mudah terserang jamur penyakit, jadi harus menggunakan fungisida yang bersifat sistemik agar daya tahannya menjadi lebih kuat. Fungisida Anti patek bersifat sistemik yang bisa anda digunakan adalah seperti Acrobat, Amistartop, Bendas, dan lain-lain. 2. Gunakan fungisida anti patek bersifat kontak dengan bahan aktif Klorotalonil, Propineb, atau Mankozeb. Pada minggu ke 4. Namun jika pada usia 25 hari tanaman cabai masih terkena Antraknosa, maka anda bisa menggunakan fungisida sistemik lagi, dan jika serangan sudah berkurang anda bisa kembali menggunakan fungisida kontak. 3. Untuk menjaga tanaman cabai yang sudah berbuah, agar aman dari serangan penyakit antraknose/patek, anda bisa mencampur antara fungisida kontak dan fungisida sistemik anti patek hingga panen tiba. Dengan melakukan pencegahan penyakit dengan menggunakan fungisida anti patek secara rutin, semoga tanaman cabai yang anda tanam terbebas dari serangan penyakit patek. Berikut ini 110 daftar merk fungisida anti patek yang bisa anda gunakan untuk mengendalikan penyakit antraknose pada tanaman cabai atau penyakit Busuk buah Colletotrichum spp. atau Gloeosporium sp Fungisida Anti Patek Bahan aktif Azoksistrobin Bion M 1/48 WP Amistar 250 SC Amistartop 325 SC Bahan Aktif Belerang Microthiol 720 F Microthiol 80 WG Pemulus 80 WG Sulphorus 80 WG Volney 80 WG Zylene 80 WG Bleng-S 80 WP Inskap 80 WP Kanmulus 80 WG Bahan Aktif Benomil Benovap 50 WP Magenta 50 WP Mastarin 25 EL Scorpio 250 EC Fubigan 120 EC Bahan Aktif Heksakonazol Anvil 50 SC Conasol 50 SC Danvil 50 SC Kontaf 50 SC Nazole 50 SC Heksa 50 SC Bahan Aktif Kaptan Ingrofol 50 WP Ingrofol 50 WP Bahan Aktif Karbedazim Fitokarb 50 WP Paskal 50 WP Kasumin 20 SL Bahan Aktif Klorotalonil Broconil 75 WP Daconil 75 WP Fitonil 75 WP Platoon 75 WP Sanvory 75 WP Agronil 75 WP Daconil 500 SC Revus Opti 440 SC Bahan Aktif Maneb Trineb 80 WP Zineb Velimex 80 WP Bahan Aktif Mankozeb Antila 80 WP Bazoka 80 WP Bumper 80 WP Cozeb 80 WP Festans 80 WP Fitozeb 80 WP Mancothane 80 WP Metazeb 80 WP Raksasa 80 WP Sidazeb 80 WP Syno 80 WP Victory 80 WP Vondozeb 80 WP Manxyl 68 WP Curxanil 8/64 WP Cozene 70/10 WP Delsene MX 80 WP 6Retro 8/64 WP M3 Bahan Aktif Metil Tiofanat BM Toplaz 70 WP Dense 520 SC Judo 70 WP Topsin 500 SC Polycom 70 WG Bahan Aktif Propineb Antracol 70 WP BM Proneb 70 WP Chemicide 70 WP Colanta 70 WP Foyer 70 WP Haticol 70 WP Mitracol 70 WP Nobus 70 WP Petrostar 70 WP Supracol 70 WP Trivia 73 WP Alto 100 SL Bahan Aktif Tebukonazol Bettup 200 EC Folicur 430 SC Folicur 25 WP Bahan Aktif Tembaga Agrocide 77 WP Champion 77 WP Funguran80 WP Kocide 54 WG Kocide 77 WP Kuproxat 345 SC Sultricob 93 WP Kibox 85 WP Etane 3 SP Tiflo 80 WP Ziflo 76 WG Fungisida anti patek Lainnya Agrokol 70 WP Bavistin 50 WP Bazoka 80 WP Bendas 50 WP Benovap 50 WP Bettup 200 EC Bion M 1/48 WP Bleacher 250 EC Bleng-S 80 WP BM Proneb 70 WP Cabriotop 60 WG Champion 77 WP Checker 70 WP Chemicide 70 WP Colanta 70 WP Conasol 50 SC Copcide 77 WP Curxanil 8/64 WP Cymoxil 50 WP Danvil 50 SC Dapper 75 WP Delsene MX 80 WP Devote 10/35 WP Folicur 430 SC Folicur 25 WP Foyer 70 WP Grownil 75 WP Heksa 50 SC Infinito 687,5 SC Judo 70 WP Kanmulus 80 WG Kocide 54 WG Kontaf 50 SC Kuproxat 345 SC Nargis 50 WP Petronil 75 WP Potanil 75 WP Propanil 70 WP Sinoparol 50 WP Starplus 70 WP Wave 58 WP Belkute 40 WP Rovral 50 WP
Tanaman cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak disukai dan dibudidaya oleh petani Indonesia. Proses budidaya dan perawatan tanaman cabai bisa dibilang gampang-gampang susah. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya cabai salah satunya yaitu pengetahuan petani tentang pestisida khususnya jenis-jenis pestisida, bahan aktif yang dikandungnya, serta fungsi dari pestisida itu sendiri. Pestisida atau yang dikenal dengan pembasmi hama merupakan bahan yang digunakan untuk mencegah, mengendalikan, atau membasmi organisme pengganggu yang merugikan. Sasaran dari pestisida meliputi tikus, gulma, serangga, mamalia, cacing, atau mikroba pengganggu yag dianggap merugikan. Nah, mengapa petani perlu mengetahui tentang pestisida? Dalam proses budidaya cabai, tanaman tidak lepas dari berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat merusak tumbuhan bahkan bisa menyebabkan hasil panen tidak maksimal. Selain itu penggunaan pestisida tanaman cabai harus digunakan secara bijaksana dengan memperhatikan lima kaidah yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis atau konsentrasi, dan tepat cara penggunaannya. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan residu pestisida yang tinggi pada buah cabai, agar biaya produksi tidak meningkat, meminimalisir adanya dampak buruk terhadap kesehatan pekerja, serta agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan maka petani wajib memiliki pengetahuan tentang pestisida. Jenis-jenis pestisida berdasarkan fungsi atau sasaran penggunaannya pada tanaman cabai Fungisida Salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh jamur atau fungi, dan ada juga yang menyebutnya cendawan. Berikut ini contoh fungisida yang biasa digunakan untuk tanaman cabai Kanmulus 80 WG Bahan aktif Sulfur 80 % Merupakan fungisida kontak berwarna coklat dan berbentuk butiran. Digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk buah Colletotrichum capsici. Alterna 90 WP Bahan aktif Ziram Fungisida kontak dengan bentuk tepung dan berwarna putih kekuningan. Digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk daun pada cabai Phytophthora Sp. Cymoxil 50 WP Bahan aktif Simoksanil 50 % Fungisida kuratif dan protektif yang bekerja secara sistemik. Berfungsi untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Conasol 50 SC Bahan aktif Heksaconazol 50 g/l Jenis fungisida kontak dan sistemik yang berbentuk cairan pekat dan berwarna putih. Digunakan untuk mengendalikan peyakit antraknosa. Insektisida Salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk membasmi atau membunuh serangga pada tanaman cabai. Beberapa serangga yang menjadi hama pengganggu pada tanaman cabai yaitu lalat buah, belalang, wereng, kepik, gangsir, ulat tanah, kutu, penggerek daun, dan masih banyak lagi jenisnya. Serangga ini merusak tanaman cabai dengan cara memakan bagian daun, buah, pangkal batang, serta bagian pucuk atau ujung tanaman. Adanya serangan hama akan mengakibatkan hasil panen kurang baik, cabai akan tumbuh kerdil, daun keriting, berbuah tidak bisa maksimal, serta pertumbuhannya terhambat. Untuk mengendalikan serangan hama Anda dapat melakukan penyemprotan menggunakan insektisida yang memiliki bahan aktif seprti Abamektin, Karbosulfan, Fipronil, Imidakloprid. Herbisida Salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas tau menekan pertumbuhan gulma atau tanaman pengganggu pada budidaya cabai yang dapat mengakibatkan penurunan hasil panen. Tumbuhan pengganggu tersebut meliputi rerumputan serta alang – alang. Gulma tersebut dapat dimusnahkan menggunakan herbisida dengan bahan aktif Ammonium sulfonat dan Pentaklorofenol. Nematisida Berfungsi untuk memberantas atau mengendalikan hama yang berada dalam tanah seperti nematoda atau yang sering dikenal cacing. Cacing ini merusak bagian akar tanaman sehingga perlu adanya pengendalian agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik. Obat – obat nematisida umumnya berbentuk DD, Vapam, Dazomet. Bakterisida Bahan atau substansi yang digunakan untuk pengendalian penyakit tanaman yang diakibatkan oleh bakteri. Bakteri ini dapat mengakibatkan tanaman cabai menjadi layu, busuk serta adanya bintik – bintik pada daun. Contoh bakterisida yaitu Agrept, Bactomicyn, Agrimicyn. Itulah tadi informasi mengenai jenis pestisida tanaman cabai yang wajib Anda ketahui jika Anda akan memulai budidaya tanaman cabai. Jangan lupa kunjungi artikel kami tentang Panduan Lengkap Hidroponik Cabe Lahan Terbatas. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Close Tanaman Padi Jagung Kelapa Sawit Kentang Bawang Merah Cabai Tentang Kami Testimoni Video Berita Hubungi Kami Tanaman Padi Jagung Kelapa Sawit Kentang Bawang Merah Cabai Tentang Kami Testimoni Video Berita Hubungi Kami Nufarm IndonesiaProdukFungisida Produk dan Informasi Fungisida Sinergy 300 EC Sinergy 300 EC adalah fungisida sistemik kombinasi 2 bahan aktif difenokonazol dan profikonazol, kendalikan penyakit tanaman melalui aksi ganda preventif dan kuratif. Kandungan “zpt”… Lebih Fungisida Envoy 80 WP Envoy 80 WP merupakan fungisida sistemik dengan dua bahan aktif mancozeb dan trisiklazol, sangat ampuh mengendalikan blast daun dan potong leher pada tanaman padi.… Lebih Fungisida Kuproxat 345 SC Kuproxat merupakan satu-satunya fungisida sekaligus bakterisida tembaga Cu2+ dalam bentuk cair dengan ukuran partikel sangat kecil 0,6 µmikron,melindungi tanaman dari serangan busuk buah dalam… Lebih Fungisida Vondozeb 80 WP Vondozeb 80 WP adalah fungisida kontak dengan bahan aktif mankozeb 80% yang sudah teruji efektif dalam melindungi berbagai tanaman sayuran dari penyakit yang diakibatkan… Lebih Bakterisida Starner 20 WP Starner 20 WP satu-satunya bakterisida yang bekerja secara sistemik dengan bahan aktif asam oksolinik 20% untuk menghambat dan mengendalikan penyakit layu bakteri pada Kentang… Lebih Fungisida Booster 250 EC Booster 250 EC adalah merupakan fungisida dengan bahan aktif difenokonazol, efektif dalam mengendalikan bercak pelepah, busuk batang dan bercak daun padi. Aplikasi Booster ,… Lebih Fungisida Penncozeb Blue 80 WP Penncozeb Blue 80 WP adalah fungisida kontak dengan kandungan berbahan aktif mancozeb berwarna biru yang sangat efektif dalam memberikan perlindungan sempurna multi-situs pada berbagai… Lebih Fungisida Trineb 80 WP Trineb 80 WP adalah fungisida kontak dengan bahan aktif maneb 80% yang sudah teruji efektif dalam melindungi berbagai tanaman sayuran dari penyakit yang diakibatkan… Lebih Fungisida Sumilex 50 WP Sumilex 50 WP adalah fungisida sistemik dengan bahan aktif terbaru prokimidon 50% yang bekerja secara protektif dan kuratif, efektif untuk mengendalikan penyakit bercak ungu… Lebih Fungisida Champion 77 WP Champion 77 WP merupakan fungisida kontak berbentuk tepung dengan bahan aktif tembaga hidroksida 77% untuk melindungi tanaman dari penyakit yang diakibatkan oleh jamur Lebih Fungisida Nuplant 722 SL Nuplant 722 SL adalah fungisida sistemik dengan bahan aktif propamokarb hidroklorida 722 g/l digunakan untuk perlakuan tanah, benih dan daun dalam mengendalikan penyakit akibat… Lebih Fungisida Kirari 50 WG Fungisida dengan bahan aktif amisulbrom 50 % yang bersifat protektif dan penghambat respirasi yang berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air untuk mengendalikan penyakit… Lebih Fungisida Zenith 75 WP Zenith 75 WP adalah fungisida kontak dengan bahan aktif propineb 75% yang melindungi tanaman dari berbagai penyakit akibat jamur Lebih Fungisida Microthiol 80 WG Microthiol 80 WG adalah fungisida kontak dengan bahan aktif sulfur 80% berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air untuk melindungi serta mengendalikan penyakit dari… Lebih Fungisida Sporekill 120 SL Fungisida kontak berbentuk larutan mudah larut dalam air untuk melindungi tanaman dari organisme penganggu tanaman Jamur, Bakteri, Virus yang menempel pada permukaan daun, umbi… Lebih Berita Roundup Transorb, Tuntas Kendalikan Gulma Di Lahan Berair Roundup Transorb, Tuntas Kendalikan Gulma Di Lahan Berair Lahan berair masih menjadi salah satu andalan… Lebih Pengendalian Penyakit Busuk Daun Dengan Pythoklor 82,5 WG Pengendalian Penyakit Busuk Daun Dengan Pythoklor 82,5 WG Cuaca ekstrem yang melanda di beberapa wilayah… Lebih Tingkatkan Bobot Jagung dengan Gibgro 10 SP Tingkatkan Bobot Jagung dengan Gibgro 10 SP Jagung merupakan salah satu komidi pangan yang dapat… Lebih Perlindungan optimal penyakit akar gada di tanaman kubis Dengan kirari 50 WG Perlindungan Optimal Penyakit Akar Gada di Tanaman Kubis Dengan Kirari 50 WG Tanaman kubis “Brassica… Lebih This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
JAKARTA, - Fungisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk mengendalikan jamur patogen penyebab penyakit tanaman. Fungisida ada banyak macamnya, salah satunya fungisida sistemik. Dilansir dari Balai Penelitian Tanaman Serealia, Minggu 6/11/2022, fungisida sistemik adalah senyawa kimia yang saat diaplikasikan ke tanam dapat ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya. Aplikasi fungisida ini dapat melalui daun, tanah, atau batang. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas seputar fungisida sistemik. Simak penjelasan lengkapnya berikut juga Teknik Penyemprotan Pestisida dan Fungisida untuk Tanaman Cabai Ciri-ciri fungisida sistemik SHUTTERSTOCK/VALENTIN VALKOV Ilustrasi menyemprotkan fungisida menggunakan handsprayerFungisida sistemik memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan fungisida lainnya. Berikut ulasannya. Pada tanaman inang berperan sebagai toksikan. Dapat mengganggu metabolisme tanaman inang dan mengimbas ketahanan fisik maupun kimia terhadap patogen. Tidak mengurangi kuantitas dan kualitas tanaman. Bisa diserap dengan baik dan ditranslokasikan ke tempat patogen. Stabil dalam tanaman inang. Tingkat toksisitas pada mamalia cukup rendah. Baca juga Jahe Bisa Jadi Fungisida Nabati, Begini Cara Membuatnya Keunggulan fungisida sistemik Fungisida sistemik diketahui bisa mencegah infeksi jamur. Keuntungan menggunakan fungisida ini yaitu efek residu bisa bertahan dalam dalam tubuh tanaman yakni pada kurun waktu 1 minggu sampai 1 bulan atau tergantung pada jenis bahan aktifnya. Tak hanya itu, fungisida sistemik juga lebih toleran terhadap cuaca seperti curah hujan yang tinggi. Fungisida ini juga tidak memerlukan kontak langsung dengan jamur patogen saat aplikasi.
Fungisida yang baik untuk cabe sangat penting di gunakan ketika cabe terkena jamur antraknosa, fungisida untuk cabe ini selain berfungsi mengendalikan jamur juga bisa digunakan sebagai pencegah jamur datang, meskipun dalam musim penghujan Tanaman Cabai atau cabe merupakan salah satu tanaman yang sangat rentan terkena jamur di saat musim penghujan, oleh sebab itu anda harus mengetahui cara mencegah serangan jamur sebelum tanaman cabe anda terkena penyakit. Di saat musim penghujan suhu cenderung menurun sehingga terjadi kelembaban di sekitar tanaman, hal inilah yang memicu fungi dapat tumbuh dengan subur, karena fungis/jamur sangat menyukai tempat yang lembab dengan suhu yang rendah. Sedikitnya ada 4 jenis penyakit cabe yang disebabkan oleh jamur ketika musim hujan yaitu; Penyakit Layu Bakteri Pseudomonas solanacearum, Penyakit Layu Fusarium Fusarium Oxisporum, Penyakit Antraknosa C. capsici, dan Penyakit Busuk Phytophthora. Dan jika salah satu jamur tersebut sudah menyerang tanaman cabe, maka cara yang paling ampuh yang bisa di lakukan adalah dengan menggunakan fungisida yang baik bagi tanaman cabe. Ada beberapa merk fungisida untuk cabe yang bisa anda gunakan dan tidak berdampak buruk bagi cabai anda. Berikut merk fungisida yg baik untuk cabe rawit ataupun cabai merah berdasarkan penyakitnya. 1. Fungisida Untuk Penyakit Layu Bakteri Pada Cabe Penyakit layu bakteri pada tanaman cabai atau Pseudomonas solanacearum di sebabkan oleh bakteri parasit yang menyerang pada area perakan tanaman cabai, pangkal batang, tunas dan seluruh bagian awal penyakit layu bakteri ini adalah, padfa awalnya tanaman cabai terlihat segar dipagi hari, lalu layu disiang hari, dan segar kembali disore hari. Gejala seperti ini akan terus berlangsung dalam beberapa hari, sebelum tanaman cabai akhirnya mengering dan mati. Bakteri parasit yang menginfeksi akar, dan pangkal batang cabai menyebabkan aliran air dari akar ke batang dan daun cabai terhambat sehingga tanaman layu. Akar dan pangkal batang tanaman cabai yang sudah terserang bakteri ini akan membusuk hingga akhirnya tanaman mati. Untuk mengendalikan penyakit yang di sebabkan oleh bakteri parasit ini gunakanlah fungisida yang baik untuk cabe, ada 1 merk fungisida yang kami rekomendasikan untuk anda pakai, yaitu; Fungisida BASAMID 98 GR Bahan aktif dazomet dazomet 98 %. Fungisida Basamid 98 GR merupakan gabungan antara nematisida, fungisida dan insektisida yang bekerja secara racun pernafasan berbentuk butiran. Dosis fungisida Basamid untuk penyakit layu bakteri Pseudomonas solanacearum adalah 300 g/m2, dengan cara aplikasi di campur ke tanah. 2. Fungisida Untuk Penyakit Layu Fusarium Pada Cabe Penyakit layu fusariumn pada tanaman cabe disebabkan oleh cendawan atau jamur yang bernama Fusarium oxysporum, Gejala serangan cendawan fusarium oxysporum sekilas mirip sekali dengan penyakit layu bakteri, gejala awalnya yaitu daun-daun tua layu kemudian menyebar keatas ke daun muda hingga pucuk, menguning dan seluruh bagian tanaman layu sebelum akhirnya mati. Dan ketika akar cabe terlihat membusuk dan bewarna kecoklatan. Untuk mengatasi penyakit ini, baiknya gunakanlah fungisida yang memang khusus untuk mengendalikan penyakit layu fusarium ini, Berikut 2 merk fungisida untuk layu fusarium pada cabai. Fungisida VANDER 85 WP Bahan aktif tembaga oksiklorida copper oxychloride 85 %. Vander 85 WP merupakan Fungisida kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Dosis pemakaiannya 2 g/l dengan cara penyemprotan volume tinggi. Fungisida BENLOX 50 WP Bahan aktif benomil benomyl 50 %. Benlox 50 WP merupakan Fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Dosis pemakaiannya 2 g/l dengan cara penyemprotan volume tinggi. 3. Fungisida Untuk Penyakit Antraknosa Pada Cabe Penyakit antraknosa pada tanaman cabai disebabkan oleh jamur Colletrotichum capsici. Biasanya cendawan Colletrotichum capsici menyerang tanaman cabe dengan menginfeksi jaringan buah, dan membentuk bercak coklat kehitaman, yang kemudian meluas menjadi busuk lunak. Serangan yang dengan stadium tinggi menyebabkan buah mengering, dan keriput seperti jerami. Pada bagian tengah bercak yang mengering terlihat kumpulan titik-titik hitam. Dikalangan petani cabai yang terkena penyakit antraknosa dikenal dengan berbagai sebutan, seperti patek, api-api, dan lain-lain. Untuk mengatasi penyakit antraknosa atau busuk buah inii, Maka gunakanlah fungisida yang baik yang memang khusus untuk mengendalikan penyakit patek ini, Berikut 4 merk fungisida untuk antraknosa pada cabai. Fungisida HEXACAR 100 EC Bahan aktif heksakonazol hexaconazole 50 g/l, dan karbendazim carbendazim 50 g/l. Hexacar merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, yang dapat mengendalikan penyakit antraknosa Colletrotichum capsici, dengan menggunakan penyemprotan volume tinggi dengan dosis 0,5 - 1 ml/l. Fungisida VANDER 85 WP Bahan aktif tembaga oksiklorida copper oxychloride 85 %. Vander 85 WP merupakan Fungisida kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Dosis pemakaiannya 2 g/l dengan cara penyemprotan volume tinggi. Fungisida ANZUJIN 70 WP Bahan aktif propineb propineb 70 %. Anzujin merupakan fungisida yang bersifat protektif dan kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan, yang dapat dengan baik mengendalikan penyakit antraknosa Colletrotichum capsici, dengan dosis 1,5 g/l dan cara Penyemprotan volume tinggi. Fungisida LUNA EXPERIENCE 400 SC Bahan aktif fluopiran fluopyran 200 g/l, dan tebukonazol tebuconazole 200 g/l. LUNA EXPERIENCE 400 SC merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi, untuk mengendalikan penyakit antraknosa Colletrotichum capsici, Menggunakan penyemprotan volume tinggi, dengan dosis 1,5 ml/l 4. Fungisida Untuk Busuk Buah Pada Cabai Penyakit busuk buah Phytophthora capsici disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici dan Phytophthora infestans. Kedua cendawan ini dapat menyerang seluruh bagian tanaman cabai, mulai dari akar, batang, daun dan buah. Gejala serangan pada akar ; akar membusuk, lembek dan berwarna kecoklatan. Gejala serangan pada batang ; batang membusuk, berwarna kehitaman dan kulit batang mudah terkelupas. Gejala serangan pada daun ; daun membusuk, kehitaman / lonyot. Gejala serangan pada buah cabai ; tangkai buah membusuk berwarna coklat kehitaman dan akhirnya buah cabai gugur. Untuk mengendalikan penyakit yang di sebabkan oleh Phytophthora capsici dan Phytophthora infestans ini gunakanlah fungisida yang baik untuk cabe, ada 4 merk fungisida yang kami rekomendasikan untuk anda pakai, yaitu; Fungisida PROCURE 20 WP Bahan aktif simoksanil 20 %. PROCURE 20 WP merupakan Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Fungisida ini mampu mengendalikan penyakit busuk buah Phytophthora capsici dengan penyemprotan volume tinggi berdosis1 g/l. Fungisida DEMORF 500 SC Bahan aktif dimetomorf dimetomorph 500 g/l. DEMORF 500 SC Fungisida sistemik yang bersifat protektif berbentuk pekatan suspensi. Pestisida ini mampu mengendalikan penyakit busuk buah Phytophthora capsici, dengan Penyemprotan volume tinggi dengan dosis 1 ml /l. Fungisida VANDER 85 WP Bahan aktif tembaga oksiklorida copper oxychloride 85 %. Vander 85 WP merupakan Fungisida kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Dosis pemakaiannya 2 g/l dengan cara penyemprotan volume tinggi. Fungisida CONSENTO 450 SC Bahan aktif fenamidon 75 g/l, dan propamokarb hidroklorida 375 g/l. CONSENTO 450 SC merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi. Obat ini mampu mengatasi penyakit busuk buah denga penyemprotan volume tinggi dengan dosis 1,5 - 2 l/ha. Demikianlah beberapa merk fungisida yang baik untuk cabe di musim hujan, Sebenarnya fungisida fungisida diatas juga bisa di gunakan ketika musim panas / kemarau, Hanya saja takaran dosis dan volemu penyemprotannya berbeda. Terima kasih
Fungisida Sistemik dan Kontak Untuk Cabai Andalan Petani Cabe. 082141747141 Telp 081-252-221-17 via SMS/WA. LMGA Agro jual fungisida untuk budidaya cabe dengan harga murah dan terjangkau. Toko LMGA Agro menyediakan dan menjual produk pertanian untuk budidaya tanaman di lahan pertanian. Petani bisa membeli sarana pertanian seperti benih tanaman, pestisida, pupuk, hingga alat pertanian. Sarana pertanian yang tersedia di LMGA Agro berkualitas dan bisa petani dapatkan dengan harga relatif murah. Selain itu, para petani bisa berkonsultasi tentang usaha budidaya tanaman secara gratis. Produk pestisida yang tersedia di Toko Petani LMGA Agro memiliki kualitas terbaik dan ampuh untuk melindungi budidaya tanaman. Hal ini karena, produk pestisida yang tersedia merupakan produksi perusahaan ternama dan terkemuka. Syngenta, BASF, DOW, dan BAYER menjadi beberapa perusahaan penghasil pestisida dengan kualitas terbaik untuk petani. LMGA Agro menyediakan beberapa jenis pestisida seperti herbisida, fungisida, akarisida, insektisida, hingga rodentisida. Fungisida sistemik dan kontak untuk cabai juga tersedia untuk membantu para petani cabe dalam melindungi budidaya cabe. Sehingga, budidaya cabe di lahan pertanian terlindungi dari penyakit tanaman. LMGA Agro Online Shop siap kirim produk pestisida pesanan petani ke seluruh wilayah Indonesia dengan jasa ekspedisi terkemuka. Sehingga, petani dan pelaku usaha pertanian tidak perlu khawatir barang pesanannya tidak terkirim. Penyakit tanaman cabe akibat jamur patogen telah banyak merugikan petani karena merusak kualitas pertumbuhan cabe. Sehingga, fungisida sistemik dan kontak untuk cabai menjadi solusi untuk melindungi budidaya cabe. Budidaya cabe menjadi tumpuan utama bagi para pedagang sayur di pasaran agar stok cabe tetap terkendali dan tidak langka. Namun, serangan jamur patogen menyebabkan tanaman cabe terserang penyakit tanaman yang merugikan para petani. Sehingga, petani cabe perlu melakukan langkah tepat guna melindungi kualitas pertumbuhan tanaman cabe dari penyakit tanaman. Fungisida sistemik dan kontak untuk cabai bisa menjadi pilihan terbaik untuk petani melindungi budidaya cabe di lahan pertanian.
fungisida sistemik dan kontak untuk cabai